Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Syeikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, dalam pidatonya pada sebuah acara untuk mengenang Haji Ali Saleh yang dikenal sebagai Haji Malik, mengatakan: Haji Ali Saleh adalah komandan jihad yang hadir di berbagai medan perjuangan. Ia adalah putra wilayah Bekaa. Sejak tahun 1983 ia bergabung dengan perlawanan dan memikul banyak tanggung jawab dengan peran yang sangat menonjol.
Ia juga menyinggung peran Haji Malik dalam pertempuran melawan kelompok takfiri dan mengatakan bahwa ia memiliki peran penting dan efektif dalam pertempuran tersebut. Ia turut serta dalam banyak operasi perlawanan, baik sebelum maupun setelah pembebasan, serta dalam perang tahun 2006.
Peran Iran dan Poros Perlawanan
Sekjen Hizbullah Lebanon mengatakan: Revolusi Islam di Iran, setelah kemenangannya pada tahun 1979, berdiri di sisi kaum tertindas dunia, menghidupkan kembali perlawanan di kawasan, dan mengibarkan bendera Palestina demi pembebasan.
Ia menambahkan: Iran selama 47 tahun telah bertahan menghadapi tekanan, tetap kokoh dan bermartabat, terus maju, dan menjadi harapan kaum tertindas. Imam Khamenei menempatkan Republik Islam Iran di jalur negara-negara berpengaruh berbasis kemajuan ilmiah dan kekuatan.
Ia menyatakan bahwa Republik Islam telah meraih kemenangan dalam berbagai konfrontasi, khususnya menghadapi agresi Israel, dan di bawah kepemimpinan Imam Khamenei akan tetap tegak dan kokoh.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Pakistan atas kejahatan yang dilakukan oleh seorang anggota ISIS yang menyimpang melalui ledakan di Masjid dan Huseiniyah Khadijah al-Kubra (as).
Posisi dan Legitimasi Perlawanan di Lebanon
Syeikh Naim Qassem menegaskan: Perlawanan kami di Lebanon adalah jihad di jalan Allah dan perlawanan terhadap agresor, pembela tanah air, kehormatan, martabat, dan kemuliaan. Ini adalah perlawanan yang sah dan legitimasi itu berasal dari Tuhan. Segala hal yang berkaitan dengan Palestina juga berkaitan dengan Lebanon dan kawasan, karena Israel bergantung pada Palestina untuk memperluas pengaruhnya ke seluruh negara kawasan. Musuh “Israel” adalah tumor kanker, dan hukum internasional ketika berbicara tentang Israel menyebutnya sebagai rezim pendudukan.
Ia menyatakan bahwa jika pemerintah Lebanon ingin memperkuat dirinya dan membangun masa depan bagi generasi mendatang, maka pemerintah membutuhkan perlawanan sebagai pendukung, karena perlawanan memiliki pengalaman dan tekad. Ini menempatkan tanggung jawab pada pemerintah untuk melihat bagaimana perlawanan dapat berdiri di sampingnya dan bagaimana memanfaatkan kemampuannya.
Ia menambahkan: Tidak seorang pun boleh memerintah Lebanon terkait kemampuan pertahanannya. Pelucutan senjata hanya menguntungkan Israel dan Amerika, bukan kepentingan negara. Perlawanan telah tercantum dalam Piagam Nasional, dan Pasal 3 Piagam Nasional menyebutkan pembebasan Lebanon dari pendudukan Israel dengan segala cara.
Evaluasi Situasi Israel dan Amerika serta Penegasan Kelanjutan Perlawanan
Syeikh Naim Qassem menegaskan: Rezim Israel hari ini, meskipun memiliki segala fasilitas dan dukungan internasional, lebih lemah dari sebelumnya dan gagal mencapai tujuannya di Lebanon, Gaza, Iran, dan Yaman.
Ia menyatakan: Perlawanan memang dibangun di atas pengorbanan, tetapi mampu meraih sesuatu yang tidak bisa diraih oleh negara-negara: pembebasan, kemerdekaan, kebanggaan, dan martabat. Ini adalah harta berharga yang harus dijaga.
Ia juga mengatakan: Amerika hari ini lebih lemah dari sebelumnya; negara itu bukan hanya tidak meraih pencapaian, tetapi juga ditolak oleh bangsa-bangsa. Bagi kami, penting bahwa Israel tetap tanpa batas dan tanpa stabilitas. Keteguhan rakyat Palestina dan keteguhan kami sendiri secara otomatis menjadi penghalang bagi tujuan musuh. Apa yang telah dialami perlawanan, mulai dari serangan pager hingga kesyahidan dua Sayyid, yakni Hasan Nasrallah dan Hasyim, sangatlah berat, tetapi kami tetap tegak.
Ia juga menyinggung perhatian Hizbullah terhadap urusan rakyat dan penyediaan tempat tinggal, serta menekankan pentingnya penyelenggaraan pemilu parlemen tepat waktu.
Sekjen Hizbullah Lebanon menutup dengan menyerukan kepada pemerintah agar memberikan perhatian lebih besar terhadap urusan ekonomi.
Your Comment